Sleman — Semangat pemberdayaan terus digaungkan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sleman. Melalui program Sleman Berdaya: Membantu Ranting, IMM Sleman bekerja sama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Sleman untuk mendampingi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Donoharjo, Ngaglik, dalam mengelola lahan wakaf agar lebih produktif. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (11/5/2025) ini menjadi wujud nyata dari komitmen IMM terhadap gerakan kemanusiaan dan keberdayaan. Hal ini sesuai nilai Humanitas dalam Trikoda IMM.
Ketua Umum PC IMM Sleman, Arif Rahman, menjelaskan bahwa langkah ini berawal dari keprihatinan terhadap potensi lahan wakaf yang belum terkelola secara optimal. Melalui kolaborasi dengan MPM PDM Sleman, lahan tersebut diarahkan menjadi kawasan pertanian modern berbasis hidroponik yang dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Program ini kami lakukan dalam rangka pemberdayaan ranting yang potensial, hal ini juga sejalan dengan salah satu Trikoda Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yaitu Humanitas,” ungkap Arif.
***
Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan lahan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya memanfaatkan aset umat untuk kesejahteraan bersama. Harapannya, PRM Donoharjo dapat menjadi percontohan bagi ranting lain dalam mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif.
Rasa syukur juga datang dari Ketua PRM Donoharjo, Ngaglik, Muji, yang menilai keterlibatan IMM dan MPM sebagai angin segar bagi upaya pengembangan ekonomi berbasis wakaf di wilayahnya.
“Terima kasih kami ucapkan kepada IMM yang telah menjembatani kami dan MPM PDM, sehingga kami lebih terarah dalam mengurus tanah wakaf untuk bidang pertanian. Semoga Jatam Ngaglik bisa berkembang dan lebih maju,” ujarnya penuh harap.
Program ini menjadi simbol sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, bahwa gerakan kecil di akar rumput dapat memberi dampak besar bila dilandasi semangat kemanusiaan dan gotong royong. Melalui langkah ini, IMM Sleman menunjukkan bahwa pemberdayaan bukan sekadar wacana, tetapi aksi nyata yang tumbuh dari kepedulian terhadap sesama.
*Fasaufa Adzkia Nuruzzaman (Ketua Bidang SPM PC IMM Sleman)