- PERNYATAAN SIKAP
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sleman setelah mengamati dan
mencermati situasi kenegaraan terkini, menyatakan:
- Menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya rekan-rekan yang beberapa hari terakhir berjuang menyampaikan aspirasi, secara khusus kami berduka atas wafatnya saudara Affan Kurniawan yang diakibatkan ketidakmampuan aparat kepolisian dalam menjalankan prosedur keamanan yang benar. Kami menuntut keadilan atas wafatnya saudara Affan Kurniawan, seluruh pihak yang bertanggungjawab harus dihukum dan mundur dari jabatannya.
- Mengutuk dan mengecam keras tindakan represif dengan disertai kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap massa aksi, RAKYAT BUKAN MUSUH. Kami menuntut POLRI untuk berbenah secara menyeluruh, memperbaiki tata kelola rekrutmen agar bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta menindak tegas anggota kepolisianyang bertindak represif kepada massa aksi dengan melakukan pemecatan secara tidak hormat. Kami juga menuntut agar seluruh rekan-rekan seperjuangan kami yang saat ini masih ditahan untuk segera dibebaskan.
- Menuntut Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kekacauan yang terjadi, berhentilah menuduh gerakan rakyat ditunggangi asing. Kami memandang kekacauan ini terjadi karena kurangnya rasa empati yang ditunjukkan oleh penyelenggara negara. Kami juga menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi besar-besaran kementerian dan program/kebijakan yang saat ini berjalan, kemudian menjamin kebebasan pers, relawan medis, dan massa aksi.
- Menuntut DPR RI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, bukan menghindar dan menutup telinga atas aspirasi yang disampaikan oleh rakyat. Sebagai wakil rakyat sudah seharusnya menjalankan tugas dan amanah yang diberikan rakyat, temui massa aksi, dengarkan aspirasi rakyat, berbenahlah.
- Menuntut seluruh pimpinan partai politik yang memiliki fraksi di DPR RI untuk mengevaluasi dan memecat anggota-anggota yang memiliki kinerja buruk dan menunjukkan sikap arogan kepada rakyat Indonesia.
- Menuntut pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, RUU Masyarakat Adat, dan Rancangan Undang Undang lainnya yang menjadi kebutuhan mendesak rakyat. Kami juga menuntut proses pembahasan RUU KUHAP dilaksanakan dengan hati-hati, transparan, dan akuntabel dengan memastikan seluruh kepentingan rakyat terpenuhi. Kami juga menuntut penghapusan program MBG, peningkatan kesejahteraan guru dan dosen lebih utama.
- Mengajak rekan-rekan seperjuangan agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin merusak kemurnian perjuangan rakyat. Kami mengajak rekan-rekan seperjuangan untuk menyampaikan aspirasi dengan tepat sasaran dan fokus dengan tujuan utama untuk melakukan perbaikan atas problematika kenegaraan.
- Mengajak rekan-rekan seperjuangan untuk menghindari tindakan-tindakan anarkis dalam proses menyampaikan aspirasi. Satu nyawa yang hilang, sudah memberikan luka mendalam, jangan sampai ada korban lagi. Tujuan kita bukan melukai dan menyakiti sesama, mari senantiasa memastikan keselamatan dan keamanan diri satu sama lain selama menyampaikan aspirasi.
Sleman, 31 Agustus 2025.
Fastabiqul Khairat
Hidup Rakyat!!
Pernyataan Lengkapnya dapat diunduh di sini